Pantai Ujung Genteng terletak
di Sukabumi Selatan – Jawa Barat. Perjalanan ke Pantai Ujung Genteng
dapat ditempuh selama kurang lebih 3–4 jam dari kota Sukabumi
menggunakan kendaraan pribadi. Jika ditempuh dari Jakarta, membutuhkan
perjalanan darat sampai 9 jam. Namun, perjalanan yang melelahkan
tersebut akan terbayar lunas dengan pengalaman unik di Ujung Genteng.
Sebaiknya Anda yang akan berkunjung ke sana mempersiapkan diri dengan
bensin ‘full tank’ karena jarang dijumpai tempat pengisian bahan bakar
Sebenarnya Pantai Ujung Genteng mirip
dengan pantai-pantai lain yang terbentang di pantai selatan Pulau Jawa.
Tapi Anda akan merasakan pengalaman yang berbeda ketika menikmati indah
pantai menghampar dengan pasir putihnya. Pantai Ujung Genteng masih
relatif sepi jika dibandingkan dengan pantai Pelabuhan Ratu. Dan
biota-biota laut masih dapat dijumpai dengan mudah. Oleh karena itu,
pantai di Ujung Genteng sering pula dijadikan area untuk penelitian
biota laut.
Pantai menjadi nilai jual utama kawasan
ini. Pasir putih dan koral-koralnya merupakan keindahan yang tak
terbantahkan. Satu hal yang menarik, disini, Anda dapat menyaksikan
matahari terbit dan tenggelam dari satu titik yang sama. Ini tidak dapat
ditemukan di sembarang tempat. Jika sudah puas menikmati wisata pantai,
Anda dapat bergerak ke Pangumbahan untuk melihat penyu bertelur,
dilanjutkan dengan berpetualang ke Gua Lalay, atau menyembangi curug
curug yang bertebaran di seputar kawasan Ujung Genteng.
 |
| Tanah Lot Amandaratu / Muara Sungai Cikarang |
Pantai Minajaya terletak
di kecamatan surade tidak jauh dari wilayah Jampang Tengah. Pantainya
berpasir putih dan banyak memiliki karang. Hamparan karang di pantai
Minajaya bukan karang yg amburadul gak karuan. Hamparan karang datar
membentang mulai dari bibir pantai hingga menjorok ke laut. Hamparan
karang tersebut merupakan hamparan yang sangat luas. Jika diibaratkan,
hamparan karang tersebut mirip lapangan golf yang hijau karena di atas
karang yang selalu terkena pasang air laut tersebut ditumbuhi rumput
laut yang subur. Sungguh merupakan pemandangan yg luar biasa. Maka tidak
heran jika pantai Minajaya disebut sebagai 'sabana in the sea'. Hal ini
dimungkinkan karena bentangan karang tersebut tertutup oleh indahnya
rumput laut. Jika ingin melihat rumput laut ini subur menghijau,
datalanglah pada musim hujan karena hamparan karang tersebut akan
terlihat lebih hijau.
|

Oleh-oleh Opak jampang |
Pantai Pangumbahan
adalah sebuah pantai yang sangat menawan karena memiliki hamparan pasir
putih yang halus dan lembut. Hal inilah yang membuat sejumlah penyu
hijau (Chelonia mydas) mendatangi tempat ini untuk bertelur. Ternyata
penyu hijau membutuhkan tempat bertelur dengan karakter khusus sebagai
tempatnya bertelur. Keberadaan penyu hijau di pantai Pangumbahan ini
merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sukabumi Selatan. Bahkan
Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menjadikan penyu hijau sebagai
lambang daerah Kabupaten Sukabumi.
 |
| Sunset Pantai Pangumbahan |
Untuk menuju pantai Pangumbahan kita
harus menyusuri garis pantai Ujung Genteng ke sebelah barat melewati
pantai Cibuaya. Akses jalan yang ada masih jauh dari memadai karena
kondisinya yang rusak. Akan tetapi hal ini cukup menyenangkan bagi
wisatawan yang gemar ber-off road, apalagi jika ber-off road-nya pada
malam hari. Untuk melihat penyu bertelur, kita harus mengunjungi tempat
ini pada malam hari. Penyu hijau bertelur pada malam hari sekitar pukul
22.00 sampai pukul 02.00 dini hari. Untuk menyaksikan penyu hijau
bertelur di pantai Pangumbahan kita harus menunggu di pos penjaga.
Petugas pengintai akan memberitahukan kita bila penyu hijau sudah
mendarat dan siap untuk bertelur. Setelah itu barulah kita menuju lokasi
penyu bertelur dengan berjalan kaki menyusuri kelembutan pasir pantai
Pangumbahan.
Setibanya kita di lokasi, petugas
penjaga akan membuat lubang yang disediakan agar kita para pengunjung
dapat melihat proses bertelurnya penyu hijau. Wisatawan yang ingin
melihat penyu hijau bertelur harus menunggu sampai larut malam di pos
penjagaan yang ada. Walaupun demikian hal ini tidak akan terasa
menjemukan karena wisatawan dapat berjalan-jalan menikmati kelembutan
pasir pantai Pangumbahan atau sekedar melihat-lihat anak-anak penyu
(tukik) yang telah menetas.
 |
| Konvervasi Penyu di Pantai Pangumbahan |
Alternatif lain untuk menunggu tibanya
waktu bagi penyu bertelur adalah berkemah atau beristirahat di sejumlah
villa yang terdapat di pantai Cibuaya. Hal ini pun cukup menyenangkan
karena pantai Cibuaya memiliki panorama pantai yang indah serta suasana
alam yang sejuk dan asri. Dari Cibuaya kita dapat menuju lokasi penyu
bertelur dengan berkendara pada malam hari. Waktu yang diperlukan untuk
menjumpai penyu yang sedang bertelur tidak dapat diperkirakan dengan
pasti. Terkadang pada pukul 22.00 kita sudah dapat menemukan penyu yang
bertelur disana dan sering pula sampai larut malam menjelang pagi baru
ada penyu yang mendarat untuk bertelur.
Sumber :
Text : www.cumikriting.blogspot.com
Photo : Dinos / www.visitsukabumi.com
|