Ada lagi spekulasi yang
menghubung-hubungkan lindu dahsyat 7,6 SR Padang pada Rabu sore 30
September 2009, yang sebelumnya didahului gempa Sukabumi 2 September
2009 dengan kekuatan 7,3 SR. Pertanyaan yang menyeruak, apakah
berikutnya Padang yang akan digoyang lindu paska kemarin?
Ahli Paleotsunami Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Eko Yulianto mengatakan, hubungan antara
supermoon dengan terjadinya gempa masih spekulatif. "Belum ada pola yang bisa dijadikan patokan," kata dia kepada
VIVAnews.com, Senin 4 Juni 2012 malam.
Dia
menceritakan, analisa pengaruh daya tarik bulan dan gempa bumi sudah
lama diteliti para ahli. "Sejak tahun 1960-an, USGS sudah mengkajinya.
Belum bisa ditemukan pola hubungan dengan hubungan pasti," tambah dia.
Meski
ada sejumlah ahli yang berusaha mengaitkannya, polanya tidak ketemu.
Apalagi," banyak peristiwa gempa tidak terjadi di bulan purnama," tambah
Eko.
Demikian pula dengan awan tegak lurus yang diduga pertanda
gempa, sama spekulatifnya. "Bentuk tegak lurus tergantung posisi awan,
dan posisi yang melihatnya," kata dia.
Eko juga tak sepakat
dengan anggapan bahwa gempa Sukabumi akan "menular" ke Padang, seperti
yang terjadi pada tahun 2009 lalu. "Letaknya jauh. Banyak juga gempa
Sukabumi yang tak disusul gempa di Padang. Ini juga spekulatif," kata
dia.
Daripada sibuk main tebak-tebakan, Eko mengimbau masyarakat
Indonesia untuk bersiap menghadapi bencana. Sebab, nusantara sejatinya
berada di lingkaran "cincin api" atau "
ring of fire" yang rawan
gempa. "Lebih baik bersiap menghadapi gempa karena itu lebih sering
terjadi. Kalau masyarakat pesisir, selain gempa juga harus bersiap
menghadapi tsunami," kata dia. Tak ada yang bisa menebak, kapan
guncangan akan terjadi.
Salah satu cara adalah memastikan
bangunan tahan menghadapi guncangan lindu. "Kami juga mendorong
pemerintah untuk mengkampanyekan pembuatan ruang panik," kata dia.
Ruang panik tak melulu harus membangun rumah baru yang kuat atau merenovasi rumah dengan biaya mahal.
Panic room bisa
berupa ruangan khusus atau kamar yang sengaja diperkuat. "Atau mebel
seperti tepat tidur yang kuat untuk berlindung saat terjadi gempa," kata
dia.
Sementara, Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga
Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin
mengatakan, bulan purnama
bukan penyebab tapi bisa jadi pemicu gempa.
Versi USGSDugaan supermoon memicu gempa Bumi bukan hanya milik orang Indonesia, tapi pertanyan warga dunia.
Entah berkaitan atau tidak, sejumlah gempa besar terjadi berdekatan dengan fenomena
supermoon. Salah satunya gempa dan tsunami dahsyat Jepang, 11 Maret 2011 -- terjadi
8 hari sebelum supermoon 19 Maret 2011.
Tak
hanya itu, tsunami Aceh 2004 yang merenggut lebih dari 200 ribu nyawa
terjadi dua minggu sebelum supermoon 2005. Begitu juga dengan bencana
angin siklon Tracy yang menyapu Darwin Australia di tahun 1974.
Pertanyaan
sama dilayangkan berkali-kali ke Badan Survei Geologi Amerika Serikat
(USGS). Peneliti geofisika USGS, Malcom Johnston mengatakan, menuding
bulan sebagai penyebab gempa bukan ide baru.
"Gagasan mengaitkan
bencana alam pada fase bulan sudah dilakukan sejak zaman Yunani. Sudah
ditanyakan sejak ratusan tahun lalu," kata dia seperti dimuat situs
sains
Discovery.
Sementara, ahli geologi USGS, Bill
Burton mengatakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi aktivitas
seismik. Juga, "ada perbedaan aktivitas tektonik selama fase bulan yang
berbeda."
Meski mengakui, pasang surut laut bisa menimbulkan efek
kecil pada aktivitas tektonik, namun apakah itu bisa menyebabkan gempa,
apalagi dengan kekuatan dahsyat, masih jadi perdebatan. "Beberapa gempa
kecil yang dangkal mungkin bisa terjadi saat purnama atau
supermoon." Peningkatan tekanan air yang disebabkan oleh fase lunar dapat menyebabkan tremor yang sangat kecil."
"Mungkin
ada sedikit dorongan yang mengakibatkan lempeng tektonik menyelinap,"
timpal Johnston. "Namun, secara keseluruhan, efeknya bisa diabaikan.
Kecuali jika mengambil kesimpulan berdasarkan sepuluh ribu data gempa
bumi, Anda dapat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara gempa
dan pergerakan bulan. Tapi kalau hanya berdasarkan satu gempa saja,
jangan."