Tim SAR meminta agar dua wartawan itu berjalan mengikuti cahaya senter.

Lokasi jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak (ANTARA/TNI AU)
Salah seorang petugas SAR di Posko Embrio Penangkaran Sapi, Desa Cipelang, Bogor, Jumat malam, 11 Mei 2012 menerima laporan dari handy talky sekitar pukul 20.20 WIB.
Dalam laporan itu dikatakan Jordan bersama Ade berada di lembah di ketinggian 1.700 mdpl (meter dari permukaan laut). Sementara itu, tim SAR berada di atas posisi kedua wartawan itu. Jarak ketinggiannya cukup tinggi.
Selain itu, tim SAR meminta agar dua wartawan itu berjalan mengikuti cahaya senter yang disorot ke bawah. Dengan harapan, Jordan dan Ade dapat berjalan naik ke atas bertemu tim SAR.
"Sebelumnya, mereka sahut-sahutan dengan suara kurang jelas. Kalau sekarang sudah mulai jelas. Artinya jarak dari bawah dengan tim SAR sudah dekat," kata salah seorang petugas SAR yang enggan disebutkan namanya kepada VIVAnews.
Namun, hingga saat ini, belum ada informasi bahwa tim SAR sudah bertemu secara fisik dengan Jordan dan Ade. Jordan dan Ade diketahui tersesat setelah ada pesan pendek dari Jordan yang diterima wartawan VIVAnews, Oscar Ferri yang berada di Posko Embrio Gunung Salak.
Jordan bertanya posisi Oscar berada di mana. Ia menilis "Lo dimana?? Gw nyasar sama Ade Balipos. Ini lagi saut-sautan sama SAR. Kondisi aman... doakan ya".
Jordan mengirimkan pesan melalui BlackBerry Messenger pada pukul 16.44 WIB. Jordan kembali mengirim pesan ke Oscar pada pukul 16.44 WIB. "Gw kesasar car. Kondisi aman".
Setelah mengirimkan pesan itu, ponsel Jordan tidak bisa dihubungi. Kemungkinan karena tidak mendapat sinyal atau baterai habis.
Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB, salah seorang petugas SAR yang berada di Posko Embrio memberi tahu bahwa ada dua wartawan yang tersesat di atas. "Salah satunya bilang dia wartawan Detik.com," katanya.
Sementara itu, salah seorang juru kamera ANTV, Juju mengatakan, dia sempat mendaki naik bersama wartawan Detik.com. "Tapi, saya tidak tahu namanya. Kemudian di tengah jalan saya turun, dia lanjut bersama rombongan," kata Juju.
Dari pembicaraan yang dikutip melalui handy talky tim SAR, dua wartawan yang tersesat itu tertinggal dengan rombongan tim SAR. Karena tertinggal, keduanya memutuskan untuk mengejarnya, namun gagal.
Jordan diketahui naik bersama tim Charlie yang diperbantukan untuk mengevakuasi korban Sukhoi Superjet 100, Jumat 11 Mei 2012, sekitar pukul 06.00 WIB. Tim Charlie adalah tim evakuasi ketiga setelah Tim Alpha dan Tim Bravo yang sudah lebih dulu berangkat. (art)
VIVAnews -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar anda salam sahabat!!! Rudi thea